Interaksionisme Simbolik

Persepsi orang (misalnya) terkait apa yang seru dibicarakan tidak jauh dari negasi fakta bahwa bukan urusan bersama jika menghakimi seseorang lain entah perilaku atau pikirannya yang personal.

Tetapi faktanya, kebenaran atas suatu fakta barusan tidak berlaku ketika suatu perorangan berinteraksi.

Kenapa? Di dalam suatu interaksi seseorang tidak mengenal konsep kebenaran atas suatu fakta.

Yang dikenal adalah suatu konstruksi sosial yang sifatnya subjektif. Konstruksi sosial yang dibangun berbasis dari sebuah tindakan yang diinterpretasikan oleh seseorang lain lalu menjadi basis bagaimana seseorang ini bertindak sosial nantinya.

Di dalam konteks ini (konstruksi sosialnya) menghakimi seseorang lain atas pilihannya pribadi. Interpretasinya terhadap tindakan sosial seseorang adalah, jika mengobrol yg dibicarakan tidak jauh dari ini.

Tetapi konstruksi sosial bisa saja terus berubah tergantung bagaimana konteks baru mampu me-re-konstruksi aturan main bersama tersebut (berhasil atau tidaknya) dengan tidak mengabaikan faktor-faktor penting.

Misal kalau terbiasa dengan menghakimi pilihan orang lain, buatlah interpretasi liyan terhadap konstruksi sosial yg dibawa oleh seseorang yg melakukan penghakiman tersebut. Ya apapun.

Komentar